Home / Rubrik / Karya Ilmiah / PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PENGAJARAN BAHASA INGGRIS PADA KURIKULUM 2013

PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PENGAJARAN BAHASA INGGRIS PADA KURIKULUM 2013

PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PENGAJARAN BAHASA INGGRIS
PADA KURIKULUM 2013

Oleh: Zulyetti, SS., M.Ed (zulyetti.zulyetti@gmail.com)

ABSTRACT

This article discusses  a possibility  to apply the Scientific approach  to the teaching  of English as a foreign language. The discussion in this article will  be  focused  on  the  characteristics  of  the  Scientific  approach,  the  current practice of teaching English in Indonesia, and a suggested model for teaching English using the Scientific approach.

 PENDAHULUAN

Kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan tersebut dikarenakan oleh berbagai alasan, diantaranya adalah tuntutan perkembangan zaman dan kebijakan pemerintah untuk memperbaharui dan memodifikasi kurikulum pendidikan secara berkala dalam suatu periode tertentu.

Awal tahun pelajaran 2013 tepatnya Juli 2013, Pemerintah telah menetapkan diberlakukannya Kurikulum 2013. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal. Elemen-elemen perubahan kurikulum 2013 mencakup Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi (SI), Standar Proses, dan Standar Penilaian.

Kurikulum 2013 memperkenalkan pendekatan saintifik sebagai pendekatan wajib yang harus dilaksanakan guru dalam proses pembelajaran dikelas untuk semua mata pelajaran. Hal ini menimbulkan pertanyaan akan kemungkinan penerapan pendekatan saintifik untuk pengajaran bahasa terutama bahasa Inggris mengingat bahasa inggris dikategorikan sebagai ilmu sosial bukan mata pelajaran sains atau ilmu pasti, sedangkan kata “Saintifik” identik dengan mata pelajaran sains atau ilmu pasti. Permasalahan lain yang timbul terkait dengan pendekatan saintifik ini adalah kenyataan bahwa kurikulum 2013 masih menerapkan pendekatan berbasis teks. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait dengan bagaimana menerapkan dua pendekatan sekaligus dalam sebuah proses pembelajaran.

Tulisan ini akan membahas tentang permasalahan ini, yaitu bagaimana penerapan pendekatan saintifik dan pendekatan berbasis teks untuk pengajaran bahasa Inggris di pendidikan menengah sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013.

KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN

Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karena itu Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan scientific dalam pembelajaran. Pendekatan scientific  termasuk pembelajaran inkuiri yang bernafaskan konstruktivisme. Sasaran pembelajaran dengan pendekatan ilmiah mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang  dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses) psikologis yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas: menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas: mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Sementara itu, keterampilan diperoleh melalui aktivitas: mengamati, menanya, menalar, menyaji, dan mencipta (Permendikbud No. 65 tahun 2013).

Pendekatan scientific diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan penalaran induktif dibandingkan dengan penalaran deduktif.

Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi ide yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya.

Untuk dapat disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. Metode ilmiah pada umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi atau ekperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji hipotesis.

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah

Menurut Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu:

  1. mengamati;
  2. menanya;
  3. mengumpulkan informasi/eksperimen;
  4. mengasosiasikan/mengolah informasi; dan
  5. mengkomunikasikan.

Kelima pembelajaran pokok tersebut dapat dirinci dalam berbagai kegiatan belajar sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:

Tabel 1

KONSEP PENDEKATAN BERBASIS TEKS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

Beberapa pendekatan pengajaran telah diterapkan untuk pembelajaran bahasa Inggris pendidikan dasar dan menengah. Beberapa pendekatan pengajaran bahasa tersebut adalah the grammar translation method, audio lingual method, communicative approach, developing English using target competence and the genre-based approach atau pendekatan berbasis teks (Kasihani, 2000 dikutip dari Emilia, 2005).

Pendekatan berbasis teks, yang merupakan pendekatan untuk pengajaran bahasa Inggris di Indonesia, pertama kalinya diperkenal dalam kurikulum pendidikan bahasa Inggris yaitu pada kurikulum 2004. Pada tahun 2006, kurikulum 004 dimodifikasi dan disempurnakan menjadi  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan masih menerapkan pendekatan berbasis teks untuk pengajaran bahasa Inggris. Bahkan diberlakukannya kurikulum 2013, pendekatan ini pun masih tetap digunakan.

Didalam kurikulum 2013, telah diatur berbagai jenis teks yang kan digunakan untuk meningkatkan sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Beberapa contoh jenis teks tersebut adalah narrative, procedure, descriptive, report, procedural, , news items, analytical exposition, persuasive exposition, spoof, explanation, discussion dan review.

Pengajaran Bahasa Inggris menggunakan Pendekatan berbasis teks (Genre Based Approach) menyarankan penerapan ‘curriculum cycle’ yang terdiri dari empat tahap pembelajaran dalam kelas yaitu building students’ knowledge of the field, modelling the text, joint construction of text and independent construction of text.

Berikut adalah elaborasi masing-masing tahap curriculum cycle diadaptasi dari  Derewianka (1990) dan  Gibbons (2002).

Tahap pertama, building knowledge of the field, bertujuan untuk melengkapi siswa dengan pengetahuan awal tentang topik atau teks yang akan dipelajari berfokus pada isi informasi dan unsur kebahasaan dari jenis teks yang akan digunakan. Guru dan siswa secara bersama-sama berkolaborasi membangun pengetahuan bersama tentnag topik. Sebagai contoh, jika jenis teks yang akan dipelajari adalah teks persuasif dengan kompetensi dasar siswa mampu menuliskan sebuah teks persuasif tentang  Apakah kebun binatang tempat tinggal yang terbaik bagi binatang? Untuk dapat menulis sebuah teks persuasif , siswa perlu membangun pengetahuan tentang kondisi binatang yang ada di kebun binatang.  Tetapi, sebelum itu, sebaiknya mereka berbagi pengalaman terlebih dahulu tentang hidup binatang peliharaan yang ada disekitar mereka (Rothery, 1996, p. 103). Ekplorasi awal tentang binatang peliharaan ini akan sanagt membantu mereka dalam mempersiapkan diri untuk memasuki tahap berikutnya.

Pada tahap kedua, Modelling of the text, teks yang akan diajarkan diperkenalkan ke siswa melaui sebuah contoh teks model. Model teks ini berkaitan dengan hal-hal ang telah diekplorasi siswa pada tahap pertama tadi. Tahap ini bertujuan untuk membantu siswa mengenal fungsi sosial, stuktur teks dan unsur kebahasaan sebuah teks sehingga mereka dapat memahami dan mampu menyadur kembali teks tersebut. Jadi, fokus utama dari tahap ini dalah bentuk dan fungsi sebuah teks. Karena pendekatan berbasis berpusat pada kegiatan mempelajari jenis teks tertentu, pemilihan model teks yang tepat sangat berperan penting dalam keberhasilan aktifitas pembelajaran. Seperti yang diungkakan oleh Derewianka (2003:136) bahwa untuk tahap Modelling of the texts, sanagt disarankan untuk menggunakan teks yang ciri-ciri penanda utama teksnya tergambar jelas. Bahkan Kongpetch menambahkan bahwa pemilihan model teks yang akan dipakai sebaiknya berdasarkan keutuhan dan minat siswa sehingga diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap keefektifan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan pendekatan berbasis teks.

Saat siswa telah mengenal model teks yang dipelajari, guru dan siswa kemudian dapat bekerja sama untuk mengkonstruksi ulang jenis teks yang sama. Tahap ini disebut dengan tahap Joint Construktion of Text. Tujuan dari tahap ini adalah memnunjukan kepada siswa bagaimna proses menyusun sebuah teks. Pada tahap ini, fokusnya adalah memberikan ilustriasi kepada siswa tentang proses penyusunan sebuah teks dengan memperhatikan baik fungsi sosial, struktur teks, isi maupun bahasanya.

Tahap terakhir adalah tahap Independent Construction of the text, tahap dimana siswa diharapakn telah siap untuk menyusun sendiri teks mereka sesuai dengan jenis teks yang sedang dipelajari.

Meskipun tahapan dari Curriculum sycle disusun dengan urutan seperti diatas, menurut Macken Horarik (2002:26), dalam pendekatan berbasis teks untuk pengajaran bahasa, fokus utama guru bukan bagaimana seharusnya mengurutkan kegiatan-kegiatan pembelajaran sesuai dengan tahap-tahap Curriculum Cycle tadi, akan tetapi lebih kepada aistensi maksimun apa yang dapat diberikan oleh guru  kepada siswanya saat mereka mengawali pembelajaran mereka menggunakan pendekatan berbasis teks  sampai pada saat asistensi yang diberikan oleh guru dikurangi sedikit demi sediket ssecara perlahan-lahan sampai siswa mampu mengontrol sendiri belajar mereka tentang teks tertetnu.

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PENGAJARAN BAHASA INGGRIS

Pengajaran Bahasa Inggris pada Kurikulum 2013 memadukan penedekatan saintifik dan pendekatan berbasis teks. Perpaduan ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan didalam kelas.

Berikut adalah contoh realisasi penerapan pendekatan berbasis teks untuk pengajaran bahasa Inggris didalam kelas.

Tabel 2

CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN  SCIENTIFIC PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

Sekolah           :           SMP

Mata Pelajaran:           Bahasa Inggris

Kelas/Semester:           VII ( tujuh)/ 2

Kompetensi Inti          :           Menulis

  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
  2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Kompetensi Dasar :

  1. Menunjukkan perilaku jujur dan percaya diri dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosial sekitar rumah dan sekolah
  2. Menghargai dan menunjukkan perilaku motivasi internal untuk pengembangan kemampuan berbahasa
  3. Memahami cara dan fakta yang diperlukan untuk menyampaikan informasi dan instruksi yang diperoleh dari pengumuman, undangan, pesan singkat, iklan, dan teks label pada obat/makanan/minuman
  4. Menyampaikan informasi dan instruksi dengan ungkapan bervariasi tentang fakta dengan benar dalam bentuk short functional textberupa pengumuman, undangan, pesan singkat, iklan, dan teks label pada obat/ makanan/ minuman melalui kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis

Jenis teks         :          Teks Fungsional Pendek Sederhana

Aspek/Skill      :          Menulis

Alokasi Waktu :          4 x 40 menit ( 2x pertemuan )

1.        Tujuan Pembelajaran

Pada akhir pembelajaran siswa dapat:

  1. mengidentifikasi makna dan  unsur bahasa yang  terdapat pada surat atau email.
  2. menyusun draft surat dan email  yang santun dan sesuai dengan aturan sosial yang berlaku. secara berkelompok.
  3. menulis sebuah surat dan email dengan benar dan berterima secara individual.

2.        Materi Pembelajaran

  1. Teks tulis fungsional pendek sederhana berbentuk surat dan email.
  2. Kosa kata terkait:
    • Opening / Salutaion
    • Closing Remarks
  3. Gambits
    • Dear Sir / Madam
    • Yours sincerely
    • I’m looking forward to…
    • etc
  4. Contoh Teks

Jln.Madu 13
Kebayoran baru
Jakarta 1220

July 27,2010

Ayu Dewanti
Jln.Drupadi 30

Denpasar, Bali 21010

Dear Ayu,

We are back in Jakarta and reached home at 6 p.m. this afternoon. We all feel  great after having recharge our souls in  Bali and it’s nicer as I could see you although only a few minutes. Thanks for the beautiful ethnic bag you gave, I love it very much.

Hope we can visit Bali and see you again next vacation.

 Love,

Rury and fams

3.        Metode/Teknik  : 

  1. Three Ps: Presentation – Practice –  Production

4.        Langkah-langkah kegiatan untuk pertemuan  1dan 2

Pertemuan

    1. Kegiatan Pendahuluan    – Salam dan tegur sapa
      • Apersepsi dan motivasi
      • Penyampaian tujuan pembelajaran
      • Penyampaian cakupan materi dan uraian kegiatan
    2. Kegiatan Inti
      • Tabel 3
    3. Kegiatan Penutup
      • Menyimpulkan hal-hal yang telah dipelajari.
      •  Refleksi
      • Penugasan: berlatih menulis surat dan email
      • Menyampaikan rencana kegiatan yang akan datang: tes product

 5.    Sumber Belajar

    • All about English, Pearson Longman

 6.    Tugas Tidak Terstruktur

    •  Menulis draft surat dan email
    • Mengirim surat via pos dan mengirim email via internet

 7.    Penilaian

  1. Teknik : Tes Tulis dan product
    • Bentuk : melengkapi isian
    • Produk : surat dan email
    • Tabel 4
  2. Instrumen Penelitian

I.     Write down the structure of the following letter in the given boxes correctly!

Jln.Duri 3
Kebayoran baru       ►1…………………
Jakarta 12120

 August 20,2010         ►2………………….

Risma
Jln.Arjuna 67            ►3………………….
Surabaya, East Java

 Dear Risma,              ►4………………….

How’s everything? Good, I hope!  ►5……………….
I gladly inform  you that my family and I plan to spend the coming New Year Eve in your city.Hope we can spend and enjoy the night together. We plan to have a barbeque party.  

 It’s your favorite, isn’t it? ►6…………………
I’m looking forward to hearing your reply.►7………………..

 Yours sincerely,       ►8………………..

 Santi                        ►9………………..

  II.       Fill in the blanks with suitable words to complete the letter.

Pandawa Street  23
Kebayoran baru
Jakarta 12120

23 May 2010

(1)………………,

It’s been months since I last heard from you! (2)…………………? I guess you work is keeping you very busy and that’s why you haven’t written, emailed, or called.

Over at this end of the world, in hot Jakarta, things are good. Mum and Dad are (3)…………, although Dad is getting greyer by the month. Mum tells him that it’s better than to be bald.

I am now (4)………….. of Hang Tuah Junior High School. The teachers here believe in hard work both in and out of the classroom, especially in facing the coming national examination. I can’t ignore my studies until the last minutes anymore!

Please, pretty please, write soon- we miss hearing from you. When will you be back? (5)……………Please send my regards to uncle Tomi. Take care of yourself!

Love

 

Rahayu

              III.          Write and send a letter to a friend, or write an email to your English teacher about your plan 

   after graduated from JHS.

3. Kunci jawaban

I.

      1. The sender’s address
      2. The date
      3. The recipient’s name and address
      4. Salutation
      5.  Opening greeting
      6. The body of the letter/ information
      7. Complimentary close
      8. The sender’s signature
      9. The sender’s name/nickname

II.

      1. Dear Aunt Rury
      2. Are you and your family doing fine?
      3. doing well
      4. in grade 9
      5. Soon, I hope!

 III. Surat dan email  yang dibuat siswa dapat bervariasi tergantung kreatifitas.

4. Pedoman Penilaian

            Indikator 1 dan 2

      1. I   : Tiap jawaban benar skor 1; skor maksimal : 9X 2 = 18
      2. II  : Tiap jawaban benar skor 1; skor maksimal  :5 X 2  = 10

Rumus 2

Indikator 3:     Rubrik Penilaian

Tabel 5

Keterangan skor:

4 = Sangat baik
3 = baik
2 = Cukup
1 = Kurang baik

Kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut :

Skor maksimal       :   4 x 4 = 16

Penentuan nilai     :

Rumus 2

5. Rubrik penilaian  terhadap pengembangan karakter siswa

Tabel 6

Keterangan:

Santun             :

BT=Belum Terlihat (belum menunjukan tanda tanda kesantunan).
MT= Mulai Terlihat (menunjukan tanda tanda kesantunan).
MB=Mulai Berkembang (mulai konsisten menunjukan kesantunan).
MK=Membudaya Konsisten (konsisten menunjukan kesantunan).

 Percaya diri   : 

BT=Belum Terlihat(belum menunjukan tanda tanda percaya diri)
MT= Mulai Terlihat(menunjukan tanda tanda percaya diri)
MB=Mulai Berkembang  (mulai konsisten menunjukan percaya diri)
MK=Membudaya Konsisten (konsisten menunjukan percaya diri)

Patuh pada aturan sosial:

BT=Belum Terlihat(belum menunjukan tanda tanda mampu aktif Patuh pada aturan sosial)
MT= Mulai Terlihat(menunjukan tanda tanda aktif patuh pada aturan sosial)
MB=Mulai Berkembang  (mulai konsisten menunjukan kemampuan patuh pada aturan sosial)
MK=Membudaya Konsisten (konsisten menunjukan kemampuan Patuh pada aturan sosial)

KESIMPULAN

Perubahan pada kurikulum 2013 yang menuntut guru untuk mengajar bahasa menggunakan pendekatan saintifik yang dipadukan dengan pendekatan berbasis teks. Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa meskipun pendekatan saintifik identik dengan mata pelajaran sains, akan tetapi pendekatan ini juga sangat memungkinkan untuk diterapkan pada mata pelajaran lainnya karena pendekatan saintik lebih menekankan kepada aktifitas-aktifitas pembelajaran yang akan dilakukan siswa dikelas melalui proses pembelajaran mengamati, menanya, mengumpilkan informasi, mengasosiasikan serta mengkomunikasikan informasi yang didapat kepada teman dan guru. Oleh karena itu, pendekatan  Saintifik ini dapat dipadukan dengan berbagai pendekatan lainnya selama pendekatan itu memberi peluang kepada siswa untuk menemukan sendiri atau merumuskan sendiri pemahaman mereka tentang materi yang dipelajari setelah proses pembelajaran mengamati, menanya, mengumpilkan informasi, mengasosiasikan serta mengkomunikasikan informasi yang didapat kepada teman dan guru.

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013.

Derewianka, B. (1990). Exploring how a text work. Rozele, N.S.W: Primary English Teaching Association

Emilia, E. (2005). A critical Genre-based approach to teaching academic writing in a tertiary EFL context in Indonesia. Unpublished doctoral dissertation,  The University of Melbourne, Melbourne, Victoria, Australia.

Gibbons, P. (2002). Scaffolding language scaffolding learning. Portsmouth: Heinemann

Rothery, J. (1996). Making changes: developing an educational linguistics. In R. Hassan & G. Williams (eds). Literacy in society. New York: Longman

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Modul Pelatihan Kurikulum Mata Pelajaran bahasa Inggris(2013). Jakarta.

Arsip

September 2021
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

september, 2021

No Events

X